
Hydroponik.. Suatu sistem bercocok tanam tanpa tanah ini sedang populer di bidang pertanian dan bisnis, lho. Selain hasil panennya yang berkualitas tinggi, harga jual dari hasil panen tersebut juga tergolong cukup fantastis. Tak mengherankan jika kini banyak masyarakat yang melakukan budidaya tanaman melalui hidroponik.
Hidroponik rupanya tidak hanya diminati oleh para petani, namun juga diminati oleh guru-guru yang ada di Sekolah.Pemilihan program hidroponik menjadi alternatif lain untuk meningkatkan peduli lingkungan anak-anak seperti merawat tanaman yang mereka miliki di sekolah tersebut.
ada beberapa langkah dalam bercocok tanam hidroponik. Adapun langkah-langkahnya adalah tahap persiapan, persemaian dan pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan tahap pemanenan. Langkah-langkah tersebut berjalan secara sistematis. Untuk mengetahui lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut ini.
Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ini, sekolah menentukan hal-hal yang berkaitan dengan program hidroponik. Misalnya menentukan waktu yang tersedia, wadah yang dipakai untuk pembibitan, lokasi yang akan digunakan untuk menanam, media tanam sebagai pengganti tanah, teknik yang akan digunakan, dan memilih benih yang akan ditanam.Selain wadah, sekolah juga menyiapkan instalasi hidroponik. Perlu kita ketahui bahwa instalasi pada hidroponik merupakan tempat yang digunakan untuk menampung air pada wadah hidroponik. Adapun instalasi yang digunakan oleh sekolah adalah paralon yang disusun secara horisontal

Tahap Persemaian dan Pembibitan
Pada tahap persemaian dan pembibitan ini, guru pendamping program hidroponik memberikan contoh kepada siswa-siswinya mengenai cara menyemai yang baik dan benar. Kemudian siswa mempraktekan apa yang telah dicontohkan oleh guru. Hal ini dapat menumbuhkan sikap karakter mandiri pada siswa. Adapun proses persemaian dilakukan dengan cara merendam benih dalam gelas berisi air hangat selama beberapa menit. Penggunaan air secukupnya juga mencerminkan hidup berhemat energi sehingga anak dapat menggunakan sumber energi seperti air seperlunya.
Tahap Penanaman
Pada tahap penanaman Hidroponik ini, guru pendamping memberikan contoh cara menggungting kain flanel untuk media resapan nutri dengan cara mengatur panjang dan lebar kain flanel sehingga dalam satu lembar kain flanel didapat banyak guntingan sumbu.Pada proses penanaman ini, para siswa menggunakan air dan media tanam secukupnya sehingga mencerminkan karakter hemat.
Tahap Pemeliharaan
Pada tahap pemeliharaan ini, para siswa memelihara tanaman hidroponik dengan cara memberi pupuk, dan melakukan pemangkasan. Penambahan air dilakukan ketika air yang ada pada instalasi hidroponik mulai menyusut. Siswa setiap hari selalu mengecek tanaman mereka apakah air dalam instalasi telah berkurang . Jika air berkurang, mereka akan menambahnya secara mandiri.
Untuk proses pemupukan, guru pendamping menyiapkan larutan pupuk. Kemudian siswa mengambil larutan pupuk yang telah disiapkan oleh guru di larutkan bersama air di dalam tendon nutrisi tanaman hidroponik. Pemberian pupuk ini dilakukan setiap dua minggu sekali. Sedangkan pada saat pemangkasan, guru mengajak siswa untuk selalu mengamati tanaman hidroponik setiap pagi dan siang hari. Jika ada tanaman yang layu, guru meminta siswa untuk melakukan pengecekan pada larutan nutrisi apakah kadar larutan nutrisi terlalu tinggi,apabila terlalu tinggi siswa disuruh untuk menambah air pada tendon tersebut. Hal ini selalu ditumbuhkan pada siswa agar mereka sadar dan peduli terhadap lingkungan terutama peduli tanaman.
Tahap Pemanenan
Dalam hal ini diperoleh hasil panen beberapa kali. Sekolah menyediakan alat-alat panen seperti keranjang, pisau, dan gunting. Kemudian para siswa saling membantu dalam memanen. Hasil panen yang telah didapatnya dikumpulkan menjadi satu. Hasil panen tersebut biasanya digunakan untuk memasak bersama-sama. Baik siswa maupun guru ikut serta dalam memanen dan memasak hasil panen. Untuk waktu pemanenan biasanya tergantung dengan jenis tanaman itu sendiri. Hingga saat ini, sekolah telah memanen kangkung, selada, sawi dan lainnya.Program hidroponik yang telah diterapkan di Sekolah dapat dijadikan sebagai contoh dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak. Kita dapat menanamkan karakter seperti peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, mandiri, kreatif, kerjasama, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab melalui setiap langkah yang ada pada program hidroponik itu. Guru juga dapat menanamkan karakter lain yang bisa dikembangkan sendiri oleh sekolah. Program hidroponik ini bisa kita katakan dapat menjadi penguat pendidikan karakter di sekolah khususnya sekolah dasar. Anak selain tertanam karakter yang baik, mereka secara tidak langsung telah melindungi lingkungan sekitar dan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan.